Pemain Sepak bola nyaris mati di piala dunia


langsung gan berita..

Sebuah insiden mengerikan terjadi di pertandingan semifinal Piala Dunia 1982 antara Prancis melawan Jerman Barat. Seorang punggawa Les Bleus, Patrick Battiston, nyaris “mati”.

Pada 8 Juli 1982, sekitar 70 ribu penonton memadati Stadion Ramon Sanchez Pizjuan di kota Sevilla untuk menyaksikan secara langsung duel dua tim elit Eropa tersebut. Kedua tim berbagi gol di babak pertama.

Di menit ke-57 gelandang Prancis Michel Platini mengirim umpan jauh ke depan persis di luar kotak penalti. Patrick Battiston yang baru main 10 menit, berlari mengejar umpan Platini. Sementara itu, melihat rekan-rekannya di lini belakang diterobos, kiper Jerman Harald Schumacher keluar dari sarangnya.

Battiston yang tiba lebih lambat daripada Schumacher masih sempat melepaskan tembakan dengan kaki kirinya. Bola menyamping di sisi kiri pertahanan Jerman.

Schumacher sudah menerjang dan mengarahkan tangannya ke kiri atas untuk mencoba menghalau bola. Sang kiper tak berhasil merebut bola, tapi lengan kanannya mengenai kepala Battiston dengan kerasnya.

Benturan keras di antara kedua pemain mengakibatkan Battiston terjatuh. Bek Prancis itu tampak tak bergerak di lapangan dengan dua gigi depannya patah dan tulang punggung retak. Ia harus menerima bantuan oksigen.

Platini beberapa tahun lalu berusaha mengingat kembali peristiwa itu. Kepada planetworldcup.com ia mengatakan, “Battiston seperti orang yang meninggal karena dia tidak bernapas dan wajahnya kelihatan pucat”.

Dengan rasa ingin tahu para polisi Sevilla berdiri di tepi lapangan. Akibatnya, petugas Palang Merah kesulitan masuk ke arena. Selama tiga menit Battiston belum mendapat pertolongan sampai tim kesehatan itu datang.

Saat Battiston menerima perlakuan medis dan masih belum sadar, Schumacher berperilaku tidak peduli. Salah satu kiper terbaik yang pernah dimiliki Jerman itu berjalan ke depan gawang untuk mengambil bola.

Setelah tabrakan itu kubu Prancis dan sebagian besar penonton menjadi heran. Sebab, wasit justru melihat tidak ada pelanggaran dengan kontak antara Battiston dengan Schumacher sehingga tak perlu diberikan tendangan bebas. Wasit asal Belanda Charles Corver juga tidak mengganjar Schumacher dengan kartu kuning. Dalam keterangan foto pada artikel yang dimuat BBC News, tertulis “Keputusan wasit terburuk di dunia.”

Permainan berlanjut penuh dengan tekanan tinggi di 30 menit terakhir. Sikap Schumacher yang “cuek” memancing emosi 70 ribu penonton. Setiap kali menyentuh bola, ia diberi siulan panjang. Skor seri 1-1 tak berubah dalam waktu normal.

Di awal babak tambahan Prancis unggul cepat lewat gol Marius Tresor (92′) dan Alain Giresse (98′). Les Bleus serasa sudah memastikan diri akan berjumpa dengan Italia di final.

Ternyata Jerman Barat mampu menahan Prancis. Karl-Heinz Rummeniegge, yang baru masuk beberapa menit sebagai pengganti Hans-Peter Briegel, mencetak gol bagi Die Mannschaft di menit 102. Enam menit kemudian gol penyeimbang dicetak Klaus Fischer. Entah sakit hati, di luar serangan Schumacher terhadap Battiston, wasit mengabaikan dua pelanggaran yang dibuat Rummenigge sesaat sebelum dia mencetak gol.

Drama yang berlangsung panas malam itu di Sevilla terus berlanjut dengan adu penalti. Schumacher sanggup melakukan dua kali penyelamatan dari enam penendang Perancis. Sedangkan penendang terakhir Jerman, Horst Hrubesch, berhasil menjaringkan bola ke gawang Jean-Luc Ettori. Jerman menang 5-4 dalam duel tos-tosan itu, dan masuk final — tapi dikalahkan Italia.

Ketika Jerman Barat dan Prancis bertemu lagi di Piala Dunia 1986, Battiston menganggap insiden dirinya dengan Schumacher sudah ‘dimaafkan dan dilupakan’. Meski begitu dia mengatakan kepada The New York Times bahwa dirinya masih ngeri jika posisinya dekat dengan Schumacher.

“Saya harus menjaga jarak dengannya minimal 40 meter,” ujar pria kelahiran 12 Maret 1957. Sejauh ini Schumacher belum pernah memberikan komentar soal peristiwa itu.

Iklan

%d blogger menyukai ini: